Ruang Guru yang Disambut Senyum dan Prestasi

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Selasa pagi, 6 Januari 2026, suasana di UPT-SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Makassar, terasa berbeda. Bukan sekadar agenda seremonial peresmian ruang guru, tetapi sebuah peristiwa yang memadukan kesederhanaan, prestasi, dan sentuhan kemanusiaan.

Begitu tiba di depan gedung baru yang akan diresmikan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Aci Sulaeman, langsung disambut dua sosok kecil penuh percaya diri: Dara dan Daeng, mengenakan pakaian adat khas Makassar.

Sambutan itu kian bermakna saat Kirana Sahira Yuswan melangkah maju, mengalungkan bunga di leher Aci—sebuah simbol penghormatan sekaligus harapan.
Kirana bukanlah sosok biasa. Kepala UPT-SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati Fachruddin Djalle, menjelaskan bahwa Kirana baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan menembus 15 besar Grand Final Putri Remaja Indonesia 2025/Putri Anak Indonesia 2025. Deretan prestasinya pun panjang: Juara Duta Wisata Nusantara Cilik 2023, Runner Up Dara Daeng Cilik 2023, Runner Up Putri Pariwisata 2023, hingga Winner Putri Anak Indonesia Kota Makassar 2025.
Prestasi Kirana seolah menjadi cermin dari semangat sekolah ini—ruang kecil yang menumbuhkan mimpi besar.

Peresmian ruang guru ditandai dengan pengguntingan pipa oleh Aci Sulaeman, didampingi Fahmawati dan para guru. Namun, kejutan justru hadir ketika pintu ruang guru dibuka. Bukan deretan meja kerja formal yang tampak, melainkan meja-meja Oshin pendek yang dipenuhi kue dan hidangan.

“Saya kira bukan ruang guru, saya kira kantin atau resto resto,” ujar Aci sambil tersenyum, disambut tawa hangat para guru.

Ruang guru itu tampil dengan dominasi warna putih—sederhana, bersih, dan lapang. Dalam sambutannya, Aci Sulaeman berharap kehadiran ruang ini dapat menjadi tempat tumbuhnya kreativitas para pendidik.

“Ruangan yang bernuansa putih ini menandakan ketulusan para guru dalam mengabdi. Untuk itu, saya berharap agar dijaga,” ujarnya.
Lebih dari sekadar bangunan, ruang guru ini menjadi simbol penghargaan terhadap peran pendidik—tempat beristirahat sejenak, berbagi cerita, menyusun strategi pembelajaran, dan menyalakan kembali semangat pengabdian.

Baca juga :  Mengenang Tragedi Kanjuruhan, Polres Torut Gelar Doa Bersama

Di hari itu, di sebuah sudut Sambung Jawa, ruang guru tak hanya diresmikan, tetapi juga dihidupkan—oleh senyum anak-anak, prestasi yang membanggakan, dan harapan akan pendidikan yang terus tumbuh dengan tulus.(Ardhy M Basir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Soppeng Gelar Panen Raya Jagung Serentak

PEDOMANRAKYAT, SOPPENG - Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Polres Soppeng menggelar...

Sambangi Warga dari Rumah ke Rumah, Bhabinkamtibmas Melayu Baru Ingatkan Bahaya Banjir dan Penyakit

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Memasuki musim penghujan, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terus digencarkan oleh jajaran kepolisian...

Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Pelabuhan Makassar Turun Langsung Imbau Nelayan dan Pengendara

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Cuaca tak menentu yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi...

Binrohtal Polres Pelabuhan Makassar Perkuat Iman Personel Lewat Tuntunan Syariah

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula saat kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) digelar,...