Achi Soleman dan Anak-Anak yang Selalu Didekati

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Achi Soleman tak pernah canggung berada di tengah anak-anak. Ada naluri yang bekerja dengan sendirinya. Setiap kali melihat wajah-wajah polos itu, langkahnya seolah tertarik untuk mendekat, menyapa, dan menyelami dunia mereka.
Itulah yang tampak ketika ia menghadiri peresmian gedung baru untuk para guru di UPT SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Makassar, Selasa, 6 Januari 2024.

Baru saja tiba di lokasi, Achi—yang saat itu masih dikenal luas sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar—langsung berbaur dengan murid-murid. Senyum anak-anak pun bersahut-sahutan.

Didampingi Kepala UPT SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati Fachruddin Djalle, Achi mengajak para murid untuk ikut menggunting pita. Ia sengaja melibatkan mereka, seolah ingin menegaskan bahwa sekolah dan seluruh fasilitasnya adalah milik anak-anak, bukan semata bangunan fisik.

Usai seremoni, suasana makin cair. Anak-anak diajak bersantap siang bersama.
Tak ada jarak birokrasi. Yang ada hanya tawa dan cerita ringan.
Bagi Achi, momen seperti itu bukanlah pencitraan. Ia lahir dari perjalanan panjang yang membuatnya akrab dengan dunia anak dan keluarga.

*Tumbuh Bersama Isu Anak dan Perempuan*

Nama lengkapnya Achi Soleman, S.STP., M.Si. Ia lahir di Ujung Pandang—kini Makassar—pada 6 Februari 1970. Dalam lintasan karier birokrasi, Achi dikenal sebagai sosok progresif, terutama ketika memimpin DP3A Kota Makassar.

Di dinas itulah ia “bergelut” langsung dengan isu-isu anak, perempuan, dan keluarga. Melalui pendekatan restoratif, inovasi pelayanan, serta edukasi publik, Achi memperkuat sistem perlindungan sosial. Ia tak hanya bicara regulasi, tetapi juga memastikan kebijakan menyentuh kehidupan nyata masyarakat.

Kepemimpinannya berbuah pengakuan. Kota Makassar berhasil mempertahankan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Di tingkat nasional, Makassar juga meraih Best Women Empowerment pada CNN Indonesia Awards 2024, sebuah apresiasi atas program-program pemberdayaan perempuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga :  Pemkab Sinjai Berhasil Jalankan Program Penciptaan Lapangan Kerja Baru

Prestasi itu bukan hasil kerja instan. Ia lahir dari konsistensi dan keberanian menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.
Dari Perlindungan Anak ke Dunia Pendidikan
Kepercayaan baru datang pada Senin, 16 Juni 2025. Di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Achi Soleman dilantik bersama 45 pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar. Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan disaksikan unsur Forkopimda.

Pada momen itulah, Achi resmi mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Penunjukan ini terasa logis. Dari DP3A ke Dinas Pendidikan, benang merahnya tetap sama: anak-anak. Bedanya, kini ruang pengabdiannya lebih luas. Bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga mutu, akses, dan masa depan pendidikan.

Achi menyatakan komitmennya untuk segera mengevaluasi program-program pendidikan yang telah berjalan. Ia juga berjanji merancang kebijakan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Pengalaman panjangnya dalam mengelola isu sosial menjadi modal penting untuk melihat pendidikan secara utuh—bukan sekadar angka dan laporan, tetapi ekosistem yang menyangkut guru, murid, dan keluarga.

Menyemai Masa Depan

Bagi Achi Soleman, pendidikan bukan sekadar urusan kurikulum. Ia adalah upaya menyemai masa depan. Itulah sebabnya, setiap kali bertemu anak-anak, ia memilih untuk mendekat, mendengar, dan melibatkan mereka.

Seperti guntingan pita di Sambung Jawa, Achi percaya bahwa perubahan besar sering dimulai dari gestur kecil—dari keberanian melihat anak-anak bukan sebagai objek kebijakan, melainkan subjek masa depan.

Dengan rekam jejak yang kuat di bidang perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, harapan pun mengiringi langkahnya di Dinas Pendidikan Kota Makassar: menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh generasi penerus. ( Ardhy M Basir )

Baca juga :  Disdik Sulsel Siap Luncurkan SMK Program Afirmasi, Kunjungi PT Suraco Jaya Abadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Domino Naik Kelas, ORADO Sulsel Siap Kirim Atlet ke Level Nasional

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Nasional secara resmi mendeklarasikan domino naik kelas sebagai olahraga nasional. Deklarasi...

Banjir Rendam Makassar, Dandim 1408 Pimpin Langsung Penyelamatan Warga

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Biring...

Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Hening itu turun perlahan, menutup ruang dan waktu. Di antara napas yang tertahan, Rektor INTI...

Langkah Preventif Mitigasi Banjir: Lurah Kunjung Mae Inspeksi Saluran Air di Kawasan Strategis

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga seolah tak pernah padam dari nadi kepemimpinan Lurah...