Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Soroti Kinerja Kontraktor dan PPK Rehabilitasi Jalan Poros Enrekang-Toraja

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKALE – Perbaikan jalan poros Enrekang-Toraja kerap jadi biang kemacetan, bahkan terjadi kecelakaan lalulintas (lalin) dan disorot Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulsel, John Rende Mangontan (JRM).

Kepada media ini, Kamis (30/06/2022), JRM menyampaikan kegeramannya melihat kinerja kontraktor dan PPK proyek rehabilitasi jalan poros Enrekang – Toraja yang dinilai tidak profesional sebab sangat banyak segmen jalan digali dan dibiarkan menganga sehingga menjadi biang kemacetan, bahkan kerap menelan korban.

Diakui JRM, metode pelaksanaan rehabilitasi jalan memang beresiko kemacetan, namun pihak kontraktor, konsultan dan PPK harusnya memperkecil resiko dan dampak negatif yang sering terjadi.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Kepala Syahbandar Sinjai Temui Bupati ASA, Ini yang Dibahas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...