Cakupan Vaksinasi Tertinggi, Kota Makassar dan Luwu

Khairil
Khairil 322 Pembaca
3 Menit baca
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Arman Bausat. (Dok.Pemprov Sulsel)

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT – Makassar.

Serangan varian Omicron sepekan terakhir, 15-21 Februari 2022 mencatat lebih tinggi dibandingkan varian Delta tahun 2021 lalu.

Dikutip dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, serangan gelombang ketiga Covid-19 dalam sepekan sebanyak 10.527 kasus.

Sementara puncak serangan varian Delta atau biasa disebut gelombang kedua pada Juli-Agustus 2021 tercatat 7.419 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Arman Bausat. (Dok.Pemprov Sulsel)

Meski kasus harian meningkat secara tajam pada gelombang ke-3 ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan, angka rawat inap dan kematian cenderung lebih rendah dibandingkan dengan lonjakan kasus pada gelombang ke-2.

Vaksin, menurut Arman, tidak 100 persen efektif mencegah seseorang terpapar, apalagi dengan adanya varian Omicron dengan tingkat reinfeksi tinggi.

“Namun, vaksin masih memberikan manfaat dalam mencegah gejala berat dan kematian. Percepatan vaksinasi harus dilakukan terutama menyasar kelompok rentan seperti lansia,” ujarnya dalam rakor secara hybrid bersama Forkopimda Sulsel di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 22 Februari 2022.

Hanya perlu diwaspadai, menurut Arman, peningkatan kasus pada kelompok anak-anak dan remaja yang belum terpapar dan belum pernah mendapatkan vaksinasi.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Lebih Tinggi dari Delta, Serangan Omicron di Sulsel Capai 10.527 Kasus
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!