KSOP Utama Makassar melakukan Sosialisasi Eradikasi untuk Deteren orang naik ke Kapal tanpa identitas di Pelabuhan Makassar

Zainal
Zainal 278 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar menggelar sosialisasi “Konsep Eradikasi untuk Deteren Orang Naik ke Atas Kapal Melalui Tali Tambat dan Tanpa Identitas” di Aula Mataram KSOP Makassar, Jalan Satando Nomor 55, Kota Makassar, Rabu (12/01/2025) sore lalu.

Kegiatan ini merupakan respons tegas atas viralnya video pedagang asongan yang memanjat tali tambat Kapal KM Ciremai di Pelabuhan Soekarno Hatta (Soetta) beberapa waktu lalu.

Capt. Sahattua P. Simatupang, MM, MH, CGCAE, Kepala KSOP Utama Makassar, menegaskan insiden tersebut membahayakan keselamatan dan mengancam tata kelola pelabuhan.

“Kami telah menyiapkan solusi terintegrasi dengan koordinasi pusat, operator pelabuhan, dan PT Pelni untuk mencegah terulangnya aksi serupa,” tegasnya, via pesan singkat kepada media ini, Sabtu, 15 Februari 2025.

Langkah Strategis : Dari Identifikasi hingga Pengawasan 24 Jam

Beberapa inisiatif yang diungkapkan meliputi:
1. Program IDC (Identifikasi, Deteksi, Cegah) : Setiap individu yang naik ke kapal wajib melalui proses identifikasi di satu pintu khusus.
2. Uji Coba Sistem Deteren : Pemasangan penghalang fisik dan teknologi di area tali tambat untuk memutus akses ilegal.
3. Pembangunan Maritime Coordination Center (MCC) : Ruang pemantauan 24 jam yang terintegrasi dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) untuk evaluasi real-time.
4. Sinkronisasi SOP Naik-Turun Penumpang : Penyesuaian prosedur operasional di Pelabuhan Soetta demi keamanan dan keteraturan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Mentan/Kabapanas: 2026 Papua Sudah Bisa Mandiri Pangan Seperti Pulau Lainnya
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!