Kecamatan Makassar Turun Tangan Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur

Ramzy
Ramzy 4 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Camat Makassar Tri Sugiarto mengatakan Pemerintah Kecamatan Makassar langsung mengerahkan satuan tugas kebersihan untuk menangani tumpukan sampah di kanal Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Bara-Baraya Timur, setelah kondisi tersebut viral di media sosial, Rabu (3/6/2026).

Menurut Tri, penanganan dilakukan segera setelah pihak kecamatan menerima laporan warga terkait penumpukan sampah yang menggenang dan menyumbat aliran kanal di kawasan perbatasan Kecamatan Makassar dan Kecamatan Panakkukang itu.

“Langkah awal yang saya lakukan setelah viralnya berita di media sosial, saya langsung mengarahkan satgas kecamatan untuk turun melakukan penanganan,” ujar Tri.

Ia menjelaskan, penanganan di lokasi dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak atas arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Tim gabungan yang terdiri atas Pemerintah Kecamatan Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan satuan tugas drainase Dinas Pekerjaan Umum diterjunkan untuk melakukan pembersihan serta pengangkutan sampah.

“Setelah kami turun, ada tindakan awal yang kami lakukan. Kami langsung dibantu BPBD dan beberapa satgas drainase dari Dinas PU. Alhamdulillah, kami bisa berkolaborasi dalam penanganan ini,” katanya.

Tri mengungkapkan, kondisi penumpukan sampah di kanal tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurut dia, petugas kebersihan bersama pemerintah kelurahan dan satgas kanal selama ini rutin melakukan pembersihan setiap hari.

Namun, tingginya volume sampah kiriman dari aliran hulu menyebabkan tumpukan sampah kembali muncul dalam waktu singkat.

“Kondisi kanal ini memang setiap hari seperti ini. Pak lurah bersama seluruh staf kebersihan sudah mengarahkan satgas kanal untuk mengambil sedikit demi sedikit sampah yang berada di wilayah Bara-Baraya Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan pembersihan sebenarnya telah dilakukan secara rutin. Akan tetapi, saat video yang beredar di media sosial direkam, volume sampah sudah terlalu besar sehingga sulit tertangani secara maksimal.

Baca juga :  Titip Rindu untuk Ady: Doa, Hening, dan Lagu yang Menjaga Kenangan

“Iya, tiap hari kami lakukan pembersihan. Pada saat video itu viral memang kondisi sampah sudah sangat banyak dan terjadi penumpukan karena volumenya sudah terlalu besar,” tutur Tri.

Kondisi kanal di kawasan tersebut sebelumnya menjadi sorotan karena dipenuhi sampah yang menggenang dan menyumbat aliran air di sepanjang perbatasan wilayah.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!