PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota Makassar Faridah Kadir menegaskan keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba. Hal itu disampaikan Faridah saat membuka kegiatan Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN) di Auditorium TP PKK Kota Makassar, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan bertema “Smart Kader, Strong Family: Bersama KRISAN Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Narkoba” itu digelar TP PKK Kota Makassar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Sosial Kota Makassar.
Peserta kegiatan terdiri atas Ketua TP PKK kecamatan se-Kota Makassar, pengurus dan kader PKK, serta sejumlah pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar.
Faridah mengatakan kader PKK memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui pengetahuan dan pemahaman yang baik, kader diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi terkait bahaya narkoba di lingkungan keluarga.
“Melalui kegiatan KRISAN ini, kami berharap seluruh kader semakin cerdas, peduli, dan mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Pencegahan narkoba harus dimulai dari rumah, dari keluarga yang kuat dan harmonis,” ujar Faridah.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar dr Iman Firmansyah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.
Berdasarkan data klien rehabilitasi, kata Iman, Kota Makassar menjadi daerah dengan jumlah klien rehabilitasi tertinggi di Sulawesi Selatan. Dari total 280 klien rehabilitasi yang tercatat, kelompok usia 18 hingga 25 tahun mendominasi dengan jumlah 113 orang.
“Artinya, generasi muda kita menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.

