PEDOMAN RAKYAT – TAKALAR. Sebanyak 270 dosen dari Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) akan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di 20 desa di Kabupaten Takalar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dr.H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom, PhD melepas 270 dosen anggota Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) peserta Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) XI ke pelosok wilayah Takalar, Kamis (10/7/2025)
Sekda Takalar H. M Hasbi menyampaikan akan berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pendekatan pentahelix yang di antaranya peran media dan akademisi di dalamnya.
“Peran media sangat menunjang Kesuksesan PKM. Karena kegiatan itu harus diketahui oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peran akademisi sangat dibutuhkan dengan menyampaikan contoh yang sangat krusial.
Ia juga menerangkan secara gamblang potensi Kabupaten Takalar baik itu sumber daya, sejarah kuliner hingga sejarah kebangsaan yang mesti diketahui oleh masyarakat.
Ia kemudian menegaskan bahwa kehadiran para akademisi di kabupaten Takalar ini dapat memacu kabupaten Takalar menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menerapkan digitalisasi.
Sebagai informasi, ada 6 kecamatan yang menjadi ajang PKM yang meliputi Polongbangkeng Utara, Galesong, Galesong Utara, Mangara Bombang, Galesong Selatan dan Kecamatan Sanrobone.
Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI Dr. Buyung Romadhoni, SE., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema PKM dari ADPERTISI yaitu, Sinergitas Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar dalam Mewujudkan Digitalisasi Pembangunan Daerah.
Ia juga memuji Sekda Takalar sebagai seorang pamong yang visioner.
“Kami sering berdiskusi dengan beliau. Beliau selalu menyampaikan dialektika lokal tapi berfikir global,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kabupaten Takalar merupakan kabupaten paling pertama yang menerapkan digitalisasi yaitu dengan program Sistem Informasi Satu Atap (SITAP).
Apalagi, menurutnya, letak geografis Takalar yang berdekatan dengan kota Makassar sehingga kita selalu berkegiatan di sini.