Dari Reuni Alumni UIN Alauddin: (5-Habis) Prof. Dr. Kadri, S.Ag. M.Si.,: Ini Era KM Kelimutu

Ramzy
Ramzy 787 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Catatan M. Dahlan Abubakar

Lahir di Bontokape Sila, Bolo Bima, 18 Oktober 1973. Kadri M.Saleh memangku jabatan guru besar per 1 November 2022. Dia merupakan salah seorang alumni Fakultas Dakwah IAIN Alauddin.

“Terus terang, Kak Dahlan, saya mau jadi wartawan. Sering membaca tulisan di Pedoman Rakyat. Saya senang melihat wartawan itu bisa masuk ke mana-mana saja. Kalau kita seperti mereka, tidak bisa. Makanya, kalau ada teman-teman kuliah itu, sering lipat-lipat kertas begitu. Akhirnya terinspirasi menjadi wartawan. Bahkan pernah Jawa Pos pernah diwawancarai Pak Aris, akhirnya saya putuskan cukup diwawancarai saja, tidak perlu jadi wartawan. Cukup pikiran-pikiran kita dibaca oleh wartawan saja,” kata Prof. Kadri yang ternyata pembaca koran serius ketika menjadi mahasiswa di Ujungpandang.

Dari IAIN Alauddin, Kadri ke Unpad Bandung mengambil Komunikasi. Balik ke UIN Mataram, tempat mengabdi sekarang, dia bergabung dengan Prof Muhammad. Prof. Muhammad sendiri termasuk sosok yang “dibawa” Prof. Kadri dari Kendari.

Menyikapi perjalanan hidupnya hingga pada posisi seperti sekarang ini, kata Prof.Kadri, orang komunikasi menyebut, hidup kita itu “irrevisible”, tidak bisa diputar lagi. Kita hanya bisa memberi refleksi dari sebuah sejarah panjang keberadaan kita pada suatu tempat. Kita semuanya adalah petarung. Kita ini adalah pejuang. Bayangkan Prof Thib itu ke Ujungpandang dengan kapal kecil.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Camat Mamajang Pimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Run Race Lantang Bangngia
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!