Dalam kesempatan yang sama, Ibu Safitri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Ibu Mama Dep serta seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak pernah memiliki niat untuk menyudutkan atau merugikan siapa pun.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala ketidaknyamanan dan dampak yang mungkin ditimbulkan. Saya sangat menyesal kejadian ini terjadi melalui akun saya,” ungkapnya.
Ia juga berencana untuk bertemu langsung dengan Ibu Mama Dep guna menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara pribadi.
Menanggapi hal tersebut, Ibu Mama Dep menyatakan telah menerima penjelasan yang disampaikan dan membuka ruang untuk penyelesaian secara baik.
“Kita semua bisa mengalami hal yang tidak diinginkan seperti ini. Saya berharap kejadian ini tidak mengganggu hubungan baik ke depan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Wajo, Makassar.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar. Kepala Seksi Perlindungan Data dan Keamanan Siber, Joko Susilo, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman kejahatan siber.
Ia menekankan pentingnya penggunaan kata sandi yang kuat, pengaktifan verifikasi dua faktor, serta kehati-hatian dalam mengakses tautan atau file dari sumber yang tidak dikenal.
“Kejahatan siber seperti peretasan akun dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan pengguna menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data pribadi,” tegasnya.
Ibu Safitri berharap kejadian yang menimpanya dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas, khususnya pengguna media sosial, untuk lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan akun pribadi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, penyalahgunaan akun dapat berdampak luas, tidak hanya pada pemilik akun, tetapi juga pada pihak lain yang turut terseret dalam konten yang tidak benar. (And)

