Ia menegaskan, Presiden Prabowo memiliki legitimasi penuh untuk menilai kinerja para pembantunya dan melakukan koreksi kapan pun demi kepentingan negara.
Program Rakyat dalam Risiko Jika Kabinet Tidak Solid
Frans mengingatkan, pemerintahan saat ini tengah menjalankan program-program strategis berdampak langsung pada rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, ketahanan pangan, hingga hilirisasi industri nasional. Program sebesar itu membutuhkan kabinet yang fokus dan solid. Kalau energi kabinet habis untuk konflik internal, yang dirugikan langsung adalah rakyat, katanya.
Ia juga menyinggung tantangan eksternal seperti ketidakpastian global dan potensi bencana nasional yang menuntut respons cepat dan koordinasi lintas kementerian tanpa friksi politik.
Bukan Kritik, Tapi Alarm Dini
Frans menegaskan, pernyataannya bukan kritik destruktif terhadap pemerintah, melainkan alarm dini agar kepemimpinan nasional tidak terjebak dalam jebakan politik internal.
Saya jujur khawatir, tanpa koalisi permanen, ruang rivalitas antarpartai akan terus terbuka. Kabinet bisa kehilangan daya dorong maksimalnya sebagai alat eksekusi visi Presiden Prabowo, pungkasnya.
Menurutnya, koalisi permanen bukan kepentingan partai atau relawan, melainkan instrumen stabilisasi negara agar agenda besar Indonesia berjalan konsisten, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat luas. (*)

