Pada momentum yang sama, Indonesia juga mencatat sejarah dengan mengekspor 10.000 ton beras ke Palestina. Amran menyebut ekspor tersebut sebagai langkah penting yang menandai peran Indonesia dalam membantu kebutuhan pangan dunia.
Ia kembali menegaskan, kemandirian pangan merupakan kunci kekuatan bangsa, sekaligus mengajak para saudagar Bugis Makassar untuk berperan aktif dalam memperkuat ekonomi nasional berbasis potensi daerah.
Dalam bagian lain arahannya, Amran menyoroti semakin luasnya jaringan saudagar Bugis Makassar yang kini tersebar tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara. Kebersamaan yang terjalin selama puluhan tahun dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi diaspora Bugis Makassar.
Ia menegaskan, capaian yang diraih saat ini merupakan hasil dari proses panjang, kerja keras, serta kebersamaan yang terus dipelihara. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk tetap menjaga kekompakan dalam membangun negeri.
Disebutkan pula, sekitar 2.000 saudagar dan sejumlah tokoh nasional serta pejabat asal Sulawesi Selatan dari berbagai daerah turut hadir dalam PSBM kali ini. Bahkan, terdapat sedikitnya sepuluh gubernur di Indonesia yang memiliki garis keturunan Bugis Makassar, selain anggota DPR-RI, bupati, wali kota, dan pejabat lainnya.
Kondisi tersebut, menurut Amran, menunjukkan peran besar masyarakat Bugis Makassar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga pemerintahan dan pembangunan daerah. Ia menilai keberadaan diaspora di berbagai wilayah menjadi kekuatan tersendiri dalam mempererat jejaring dan kolaborasi.
Karena itu, ia mengajak seluruh saudagar Bugis Makassar untuk terus bersinergi, memperkuat persatuan, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. (Hdr)
