Amran Tegaskan Swasembada Pangan di Forum PSBM XXVI

Ramzy
Ramzy 448 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman tampil sebagai pembicara kunci dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026), dengan menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa.

Dalam paparannya, Amran yang juga Menteri Pertanian RI menguraikan pengalamannya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara guna memperkuat kerja sama sekaligus mempelajari strategi ketahanan pangan global. Ia menyebutkan, Indonesia kini mendapat perhatian luas dari berbagai negara dan bahkan meraih penghargaan internasional di sektor pangan karena dinilai berhasil mencapai swasembada.

Menurutnya, sejumlah negara seperti Jepang, Kanada hingga Belarus datang langsung untuk belajar dari Indonesia. Hal tersebut, lanjutnya, menjadi indikator langkah yang ditempuh bangsa ini berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan.

Meski demikian, Amran mengingatkan ancaman krisis pangan tetap harus diwaspadai. Ketergantungan terhadap impor dinilai tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan politik dari negara pemasok.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya kerja nyata dalam meraih keberhasilan. Ia mengingatkan, doa harus disertai usaha, serta menegaskan pentingnya persatuan dan kerja keras dalam membangun kekuatan ekonomi.

Lebih jauh, Amran memaparkan sejumlah program strategis pemerintah, di antaranya efisiensi energi dan hilirisasi komoditas unggulan. Ia mencontohkan hilirisasi kelapa yang memiliki potensi ekonomi hingga Rp5.000 triliun, termasuk komoditas gambir dengan nilai serupa jika dikelola secara optimal.

Selain itu, Indonesia disebut telah menguasai pasar global minyak kelapa sawit (CPO), menjadikannya sebagai salah satu pemain utama di sektor agribisnis dunia. Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan kapasitas Indonesia dalam memimpin sektor pangan global.

Pada momentum yang sama, Indonesia juga mencatat sejarah dengan mengekspor 10.000 ton beras ke Palestina. Amran menyebut ekspor tersebut sebagai langkah penting yang menandai peran Indonesia dalam membantu kebutuhan pangan dunia.

Baca juga :  Dukung Pembangunan Generasi Unggul, TP PKK Pinrang Hadirkan Rumah Gizi di Tiap Kecamatan

Ia kembali menegaskan, kemandirian pangan merupakan kunci kekuatan bangsa, sekaligus mengajak para saudagar Bugis Makassar untuk berperan aktif dalam memperkuat ekonomi nasional berbasis potensi daerah.

Dalam bagian lain arahannya, Amran menyoroti semakin luasnya jaringan saudagar Bugis Makassar yang kini tersebar tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara. Kebersamaan yang terjalin selama puluhan tahun dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi diaspora Bugis Makassar.

Ia menegaskan, capaian yang diraih saat ini merupakan hasil dari proses panjang, kerja keras, serta kebersamaan yang terus dipelihara. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk tetap menjaga kekompakan dalam membangun negeri.

Disebutkan pula, sekitar 2.000 saudagar dan sejumlah tokoh nasional serta pejabat asal Sulawesi Selatan dari berbagai daerah turut hadir dalam PSBM kali ini. Bahkan, terdapat sedikitnya sepuluh gubernur di Indonesia yang memiliki garis keturunan Bugis Makassar, selain anggota DPR-RI, bupati, wali kota, dan pejabat lainnya.

Kondisi tersebut, menurut Amran, menunjukkan peran besar masyarakat Bugis Makassar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga pemerintahan dan pembangunan daerah. Ia menilai keberadaan diaspora di berbagai wilayah menjadi kekuatan tersendiri dalam mempererat jejaring dan kolaborasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh saudagar Bugis Makassar untuk terus bersinergi, memperkuat persatuan, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!