Andi Chaerunnisa Rahman, Guru Multitalenta Optimis Raih Medali Emas 

Mahyuddin
Mahyuddin 35 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, GOWA — Andi Chaerunnisa Rahman, S.Pd.,Gr, guru di SLB Negeri 1 Gowa, dikenal melalui kombinasi keahlian pedagogis dan kreativitas seni yang ia gunakan untuk memperkaya proses pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kini ia bersiap mewakili PGRI Gowa pada lomba pembelajaran jenjang SLB dengan target membawa pulang medali emas.

Andi, akrab disapa Nisa, menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Kantisang, melanjutkan ke SMPN 7 Makassar, dan menyelesaikan studi pada program Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Makassar. Latar pendidikan ini memperkuat komitmennya terhadap pendidikan inklusif, yang menurutnya memandang setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang.

Perjalanan kariernya meliputi berbagai peran di bidang administrasi, layanan, dan terapi. Pada 2015–2016 Nisa mengurus administrasi keuangan dan general affairs di Briton English Course, lalu bekerja sebagai Admin Service di PT Sanggar Laut Selatan (2016–2018). Antara 2018 dan 2022 ia bertugas sebagai behavioral therapist di Yayasan EDUfa Salamanca, pengalaman yang memperdalam pemahamannya tentang kebutuhan khusus siswa. Saat ini ia mengabdi sebagai guruASN PPPK di SLBN 1 Gowa, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya menjalani status tenaga honorer yang pernah tercatat di Disdik Sulsel.

Selain keahlian mengajar, Andi menguasai desain grafis, fotografi, videografi, dan musik. Keterampilan ini kerap dimanfaatkan untuk menghasilkan materi pembelajaran yang visual dan audiotif sehingga lebih mudah dicerna oleh murid-murid SLB. Salah satu karya kreatifnya adalah pembuatan logo Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Makassar, menunjukkan keterlibatan dan kecintaannya pada identitas akademik komunitasnya.

Motivasi Andi mengikuti lomba bukan semata untuk prestasi pribadi, melainkan untuk mengangkat suara dan hak peserta didik berkebutuhan khusus. “Saya ingin membawa pulang emas untuk PGRI Gowa, bukan sebagai tanda kehebatan, tapi sebagai suara untuk anak-anak yang sering tak terdengar,” kata Andi. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi alat advokasi untuk memperluas ruang penghormatan dan kesempatan dalam pendidikan inklusif.

Baca juga :  Polisi Klarifikasi Dugaan Tindakan Pemerasan Oknum Siber Polda Sulteng

Sumber wawasan praktiknya—pengalaman sebagai therapist dan kemampuan seni—membentuk pendekatan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pengembangan harga diri dan kemandirian siswa SLB. Menurut rekan sejawat, Andi kerap merancang aktivitas pembelajaran yang interaktif dan adaptif terhadap kebutuhan individual peserta didik.

Andi juga menunjukkan konsistensi karier dan kerendahan hati: dari tenaga honorer hingga berstatus ASN PPPK, perjalanan profesionalnya merefleksikan dedikasi panjang pada dunia pendidikan khusus. Keikutsertaannya dalam lomba pembelajaran bagi jenjang SLB mewakili PGRI Gowa menjadi wujud komitmen tersebut.

Dengan perpaduan keterampilan seni, pengalaman terapeutik, dan komitmen inklusif, Andi Chaerunnisa Rahman dipandang sebagai figur pendidik yang mampu merajut metode pembelajaran fungsional dan estetis. Jika berhasil meraih medali, ia berharap prestasi itu tidak hanya menambah koleksi penghargaan, tetapi juga mengangkat narasi bahwa pendidikan inklusif layak mendapat perhatian dan penghargaan yang setara.(*)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!