PEDOMANRAKYAT, TORAJA UTARA.-
Ditengah cuaca ekstrem hujan dan angin kencang dalam kurun waktu sepekan melanda wilayah Toraja yang menyebabkan kerusakan dibeberapa titik dalam Kota Rantepao baik ringan maupun berat. Insiden ini menyebabkan kerusakan berat pada struktur atap dan tiang tribun lapangan bakti pada Sabtu, (11/4).
Konsultan perencana yang di Konfirmasi mengatakan, secara desain sangat aman. Insiden robohnya Atap Tribun Lapangan Bakti diakibatkan faktor derasnya hujan dibarengi angin kencang dua hari berturut turut, sehingga mengakibatkan salah satu tali sleng pengikat Membran putus.
Putusnya salah satu tali sleng pengikat Membran pada atap tribun membuat bagian sebelah atap bertambah beban berat akibat air hujan tertampang diatas, sehingga keseimbangan tidak ada mengakibatkan roboh seketika pada hari Sabtu.
"Robohnya Atap Tribun karena faktor salah satu tali sleng pengikat Membran atap putus akibat hempasan angin kencang selama dua hari Jumat-Sabtu. Dengan putusnya salah satu tali sleng pengikat pada beban diatas makin bertambah dan tidak seimbang hingga mengakibatkan roboh seketika," tutur konsultan perencana.
Selain itu, pihak Kontraktor dari CV. Masero saat dihubungi wartawan Senin, (13/4/2026) mengatakan, bahwa insiden robohnya Atap Tribun Lapangan Bakti akibat Alam dan masih tanggung jawab Kontraktor untuk perbaikan selama waktu 5 hari kedepan dengan anggaran pemeliharaan yang masih ada.
"Kami tetap bertanggungjawab atas robohnya atap tribun Lapangan Bakti Rantepao yang rusak akibat diterpa angin saat hujan, proyek pengerjaan tribun ini juga masih dalam pemeliharaan, jadi Anggaran Pemeliharaan yang dipakai untuk perbaikan," ucap Kontraktor.
Sementara itu, Hana salah seorang ibu penjual kopi dan gorengan yang ditemui dilapangan bakti menuturkan bahwa, pada Jumat siang hingga sore hari hujan deras dibarengi angin kencang telah memporak porandakan banyak lapak jualan di lapangan bakti maupun di alun-alun dan banyaknya pohon tumbang dimana mana.
Kata Hana, robohnya Atap tribun pada Sabtu malam akibat dari dua hari iklim yang tidak bersahabat, dimana sebelumnya hujan deras turun bersamaan Angin Kencang pada malam kejadian walau hanya sebentar sekitar satu jam, tutur Hana.(pri).

