“Adapun jenis perlombaan kami bagi ke dalam dua kategori utama, yakni lomba keagamaan serta lomba olahraga dan seni. Kami ingin anak-anak tidak hanya mahir dalam hal ibadah, tetapi juga memiliki semangat kompetisi yang sehat dan keceriaan dalam berolahraga,” ujar Aswandi.
Panitia telah menyusun daftar perlombaan yang komprehensif untuk menguji kemampuan para peserta, di antaranya:
Kategori Keagamaan (Fokus pada Spiritual dan Literasi Al-Qur’an): Hafalan Al-Qur’an (Tahfidz) Juz 30: Menguji daya ingat dan kefasihan bacaan.
Lomba Adzan: Mengasah keberanian dan merdu suara dalam panggilan sholat.
Lomba Praktik Sholat: Memastikan ketepatan rukun dan gerakan sholat.
Lomba Do’a Harian: Membiasakan anak menghafal doa-doa penting sehari-hari.
Lomba Ceramah: Melatih kemampuan retorika dan penyampaian pesan dakwah sejak dini.
Kategori Olahraga dan Seni (Fokus pada Ketangkasan dan Kreativitas): Mewarnai Kaligrafi (Kategori TK): Media ekspresi seni bagi anak usia dini.
Lomba Redi Papan & Tenis Meja: Mengasah konsentrasi dan sportivitas.
Permainan Tradisional: Lomba balap karung, lari kelereng, serta memasukkan paku dalam botol yang melatih koordinasi dan kerjasama.
Lomba Mengisi Air dalam Botol: Khusus untuk kategori TK guna melatih motorik kasar anak.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi anak-anak di lingkungan Camba-Camba untuk terus mencintai masjid dan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan bagi agama serta daerah. (*/RH)
