Lolosnya seorang tersangka dalam ujian sertifikasi ini langsung memicu gelombang protes dan kritik tajam dari kalangan jurnalis di Sulsel. Mereka mempertanyakan fungsi ‘screening’ dan sistem penyaringan administrasi PWI Sulsel dalam menjaring calon wartawan profesional yang idealnya harus bersih dari catatan kriminal.
“Jika seorang yang jelas-jelas berstatus tersangka pidana bisa dengan mudah dinyatakan lulus UKW, lantas di mana kita harus menempatkan kredibilitas PWI Sulsel saat ini?” cetus seorang wartawan senior di Makassar dengan nada kecewa sembari menggugat standar operasional panitia pelaksana.
Sorotan tajam pun otomatis mengarah langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh. Sebagai nakhoda tertinggi organisasi, kapabilitas dan integritas kepemimpinannya kini dipertanyakan besar-besaran karena dinilai lalai mengawasi jalannya UKW hingga kecolongan meloloskan figur bermasalah.
Merespons blunder fatal ini, sejumlah jurnalis senior lainnya mendesak agar Dewan Pers segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas demi menjaga marwah profesi, termasuk opsi membatalkan hasil UKW PWI Sulsel tersebut secara keseluruhan.
Tak hanya itu, desakan juga dialamatkan kepada pengurus PWI Pusat untuk segera mencopot Zulkifli Gani Ottoh dari jabatannya selaku Plt Ketua PWI Sulsel, mengingat rentetan polemik yang terus mendera organisasi berlambang pena tersebut.
Skandal kelulusan tersangka ini seolah menyiram bensin ke dalam api, menambah panjang daftar hitam masalah internal organisasi setelah sebelumnya agenda Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel juga macet total dan menyisakan sengkarut yang belum berujung. (*)
