Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.
Kajati Sulsel menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan tradisi tersebut yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Bone tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan leluhur.
Kajati juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan budaya Bone yang masih terjaga dengan baik. “Saya berharap tradisi seperti Mattompang Arajang dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri bangsa,” tukasnya.
Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat, diiringi adat istiadat khas Bone yang sarat makna filosofis. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antara budaya, sejarah, dan pembangunan daerah di masa kini maupun yang akan datang. (*)

