PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Satu dari enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT yang ditemukan di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil dievakuasi dan tiba di Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.13 Wita.
Jenazah tersebut langsung diserahkan kepada Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel guna dilakukan proses identifikasi lebih lanjut. Proses ini menjadi tahapan penting untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Laksamana TNI Yudhi Bramantyo N.S., M.TR.Opsla, yang ditemui awak media di halaman Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kota Makassar, menyampaikan bahwa jenazah yang tiba malam ini merupakan jenazah keempat yang telah diserahkan kepada tim medis.
“Jenazah yang keempat ini kami serahkan ke Biddokkes. Untuk jenis kelamin masih belum dapat kami pastikan, namun kondisi jenazah insyaallah masih utuh. Jenazah ini ditemukan di bagian ekor pesawat,” ujar Yudhi.
Ia menambahkan, pada hari yang sama tim SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah di lokasi kejadian. Dengan penemuan tersebut, total korban yang telah ditemukan hingga hari ini berjumlah sembilan jenazah, setelah sebelumnya tim menemukan tiga jenazah pada hari-hari awal pencarian.
“Total hari ini ditemukan enam jenazah. Sebelumnya sudah ada tiga, sehingga total sudah sembilan jenazah yang berhasil ditemukan,” jelasnya.

