
Setali tiga uang, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel, Hj. Saidah Ali Yafid, mengakui bahwa sentuhan tradisi Papua ini menggoreskan kesan mendalam di hati rombongan. “Kami merasa langsung diadopsi sebagai keluarga sendiri. Penyematan noken dan seluruh prosesi adat tadi bukan sekadar seremonial, melainkan pengalaman berharga yang memperlihatkan betapa megah dan kayanya kebudayaan Papua,” urainya.
Kehadiran jajaran top manajemen Pemprov dan Kanwil Kemenag Sulsel ini menjadi bukti dukungan moral yang masif bagi kontingen Sulawesi Selatan, yang siap bertarung habis-habisan dalam 9 kategori lomba pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Utusan LPPD Lutim
Rombongan kloter 3 kontingen Pesparawi Sulsel yang tiba pagi tadi bersama sejumlah pejabat Pemprov dan Kanwil Kemenag Sulsel, merupakan utusan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) sebanyak sekitar 60 personel yang terdiri dari peserta, pelatih, official dan pengurus LPPD Lutim.
Setelah mengikuti acara penyambutan di Bandara Rendani, Manokwari, rombongan dibawa menuju markas kontingen Pesparawi Sulsel di kompleks Kantor Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua Barat dan dijamu sarapan pagi oleh pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari bersama Ikatan Perempuan Toraja (IPT) Manokwari. (*)

