Arif menerangkan, secara teknis perangkat FDR dan CVR umumnya ditempatkan di bagian ekor pesawat. Penempatan tersebut dirancang karena struktur ekor dinilai lebih mampu bertahan saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data relatif lebih besar.
Setelah berhasil ditemukan, lanjut Arif, black box langsung diamankan untuk kemudian diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai pihak berwenang yang akan melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur.
Ia menegaskan, penemuan black box merupakan langkah penting dalam rangkaian penyelidikan kecelakaan pesawat. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek-objek penting di lokasi kejadian. (Hdr)

