Bone Harus Mendunia: Energi yang Menyala dari Bone

Ramzy
Ramzy 505 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ia bertanya, singkat namun mengguncang: “Bisa?”
Dan ruangan itu menjawab serentak: “Bisa!”

Seolah malam itu, kata “bisa” bukan lagi jawaban, tetapi sumpah bersama.

Ia pun menyampaikan rencana besar. Ia juga dengan penuh kebanggaan dan antusias menyampaikan tentang pembangunan Masjid Phinisi Kubah Emas – Masjid Andi Nurhadi, serta konsep Rumah Sakit AAS bertaraf internasional.

Gagasan-gagasan itu bukan sekadar bangunan, tetapi tanda bahwa mimpi bisa diwujudkan jika dirawat dengan keyakinan.

Lalu, di penghujung acara, suasana mendadak hening…
Sebuah slide ditampilkan.

Terpampang gambar dirinya—bukan sebagai menteri, bukan sebagai tokoh publik—melainkan sebagai seorang anak yang memeluk kedua orang tuanya.

Di atasnya tertulis kalimat sederhana, namun menghunjam:
“MULIAKANLAH IBUMU!”

Tak ada tepuk tangan seketika. Yang ada justru keheningan yang penuh makna. Seolah setiap orang diajak pulang ke dalam dirinya sendiri—mengingat wajah ibu, doa-doa yang tak pernah berhenti, dan pengorbanan yang tak pernah ditagih.

Di titik itu, semua capaian dunia seperti menemukan akarnya.
Bahwa setinggi apa pun seseorang berdiri, akarnya tetap pada bakti.

Bahwa sebesar apa pun penghargaan dunia—bahkan hingga Bintang Jasa Utama—ia tak akan pernah melampaui kemuliaan seorang anak yang berbakti kepada ibunya.

Mereka pulang membawa energi, membawa mimpi, dan mungkin—membawa rindu yang diam-diam ingin segera ditunaikan: memuliakan ibu. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  MoU dengan KPU, Kapolri : Jaga Persatuan Kesatuan di Pemilu 2024 Syarat Mutlak
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!