Bupati juga mengatakan, ke depan, Lutim juga akan menerapkan Sistem Geospasial, yaitu ruang kebumian yang bisa menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.
“Ini masih kita pelajari, kita akan mengunjungi daerah yang sudah menerapkan sistem ini untuk belajar,” tegas Bupati.
Yang pasti, lanjut Budiman sistem digital ini sangat membantu dan mempemudah serta mempercepat pekerjaan, sekaligus menghermat anggaran, utamanya pembelian kertas dan tinta.
“Bayangkan, berapa banyak anggaran daerah yang bisa kita pangkas jika kita menggunakan teknologi digital,” katanya.
Bupati Budiman menaruh harapan besar kepada Diskominfo SP Lutim melakukan berbagai inovasi sistem digitalisasi pemerintah daerah melalui tenaga ahli (programmer) yang sudah direkrut.
“Kominfo ini adalah garda terdepan dalam proses digitalisasi pemerintahan. Silakan melakukan inovasi,” katanya.
Merespons harapan Bupati, Kepala Dinas kominfo-SP Luwu Timur, H Hamris Darwis, mengungkapkan, Diskominfo akan segera merealisasikan keinginan Bupati untuk mempercepat proses digitalisasi persuratan dan tanda tangan elektronik.
“Dalam waktu dekat, kami akan berkonsultasi dengan Badan Siber Sandi Negara (BSSN) untuk membahas, sekaligus minta persetujuan resmi pemberlakuan tandatangan elektronik,” tandas Hamris. (yul)
