Lebih jauh, ia mengatakan kegiatan gotong royong ini juga bertujuan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang mulai terkikis, terutama di wilayah perkotaan. Pemerintah daerah ingin menjadikan budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini akan terus kita lanjutkan. Saya berharap seluruh masyarakat Luwu Utara dapat terlibat aktif di lingkungan masing-masing,” ujar Andi Rahim. Ia menyebut gotong royong akan menjadi kebiasaan bersama di Kabupaten Luwu Utara.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga berencana memperluas kegiatan serupa ke kecamatan lain, seperti Bonebone dan Sabbang, secara bertahap dan terjadwal. Penyusunan agenda dilakukan agar kegiatan ini berjalan konsisten dan tidak bersifat seremonial semata.
Menurut Andi Rahim, perubahan hanya bisa terwujud melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Kita ingin melakukan perubahan, dan itu hanya akan terjadi kalau kita bergotong royong bersama-sama,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga lingkungan dan kualitas hidup bersama. (Yustus)

