Cahaya Persaudaraan di Jantung Kota: Semarak Cap Go Meh 2026 Makassar

Ramzy
Ramzy 366 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ketegangan dan decak kagum memuncak saat atraksi Tang Tsing tampil. Dengan ritual khas dan nuansa sakral, para pemain menunjukkan ketangguhan dan penghayatan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Warga menyaksikan dengan khidmat, sebagian terdiam, sebagian lagi berbisik kagum melihat keberanian dan kekuatan spiritual yang ditampilkan.

Sorotan lain hadir melalui atraksi Tu’a-Tu’a dari Tanah Minahasa. Topeng-topeng unik dan gerakan teatrikal menghadirkan nuansa berbeda dalam arak-arakan.

Kolaborasi budaya Tionghoa dan Minahasa ini menjadi simbol nyata dialog budaya yang hidup di Kota Daeng—bahwa perbedaan bukan sekat, melainkan jembatan.

Sepanjang prosesi, aroma jajanan khas yang dijajakan pedagang kaki lima ikut meramaikan suasana. Tawa, obrolan ringan, dan sapa antarwarga mengalir tanpa sekat. Perayaan yang terbuka dan gratis untuk umum ini benar-benar menjadi ruang bersama—ruang di mana identitas budaya dirayakan, bukan dipertentangkan.

Cap Go Meh 2026 di Makassar bukan hanya penutup perayaan Imlek. Ia adalah pernyataan bahwa di tengah dinamika zaman, semangat kebersamaan tetap menyala. Di bawah langit senja Jl. Sulawesi, dentuman tambur dan tarian budaya menyatu dalam satu pesan sederhana: persaudaraan adalah kekuatan, dan Makassar merayakannya dengan penuh cahaya. (Ardhy M Basir)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Rektor Dr Hj Andi Adawiah: UNIPOL Pertama Kali Turunkan Mahasiswa KKN di Pelosok Soppeng
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!