Pemilihan OSIS tahun ini diikuti tiga pasangan calon, yaitu Wulan–Cila, Siti–Dika, serta Anugrah–Vatris. Proses pemilihan dirancang sebagai simulasi demokrasi yang edukatif dan partisipatif bagi seluruh siswa.
Perwakilan sekolah, I Made Kembar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter yang berkelanjutan. Sekolah, kata dia, berkomitmen menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya akademis, tetapi juga pengembangan soft skills.
Selain pemilihan, kegiatan juga diisi dengan pertunjukan seni budaya, seperti Tari Kembang Girang dan Tari Mappare Tasi yang merefleksikan nilai-nilai lokal serta kehidupan masyarakat pesisir.(#)


