Upaya vaksinasi dilakukan dalam skema dosis pertama maupun lanjutan (booster), khususnya di wilayah yang masuk dalam zona pengendalian. Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan risiko penularan yang dapat berdampak pada produktivitas peternakan warga.
Sebelum penyuntikan vaksin dilakukan, tim Vaksinasi dan dokter hewan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ternak. Pemeriksaan ini menjadi tahap krusial untuk memastikan hanya hewan yang memenuhi syarat yang menerima vaksin.
Langkah Vaksinasi ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, dan partisipasi aktif warga, penyebaran PMK diharapkan dapat dikendalikan secara efektif. (#)
