Cigarnesia 2026 Jadi Etalase Kebangkitan Budaya Cerutu Indonesia

Ramzy
Ramzy 28 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Industri cerutu nasional terus menunjukkan geliat positif. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme para pecinta cerutu dalam ajang Cigarnesia 2026 yang digagas PT Sejahtera Cerutu Indonesia atau Sultan Cigar Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026 di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tidak hanya menjadi tempat menikmati cerutu premium, tetapi juga ruang edukasi dan promosi budaya cerutu Indonesia.

Founder Sultan Cigar Indonesia, Frederiko Ratu Kedang atau yang akrab disapa Om Fred, mengatakan tingginya minat pengunjung menunjukkan bahwa cerutu lokal semakin diterima sebagai bagian dari gaya hidup modern yang mengedepankan kualitas, pengalaman, dan interaksi sosial.

“Animo teman-teman penyigar sangat luar biasa. Mereka datang bukan hanya untuk menikmati cigar, tetapi juga ingin memahami proses pembuatan, karakter rasa, hingga budaya di balik cerutu Indonesia,” ujar Om Fred di sela kegiatan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, perkembangan komunitas penyigar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Jika sebelumnya cerutu identik dengan kalangan tertentu, kini semakin banyak generasi muda profesional yang tertarik mengenal cerutu sebagai bagian dari pengalaman menikmati produk tembakau premium yang sarat nilai seni dan tradisi.

Cigarnesia 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan produsen, pengrajin, komunitas, hingga penikmat cerutu dalam satu ruang yang terbuka. Pengunjung tidak hanya disuguhi berbagai varian cerutu premium produksi Sultan Cigar Indonesia, tetapi juga berkesempatan berdialog langsung dengan para torcedor atau penggulung cerutu yang selama ini menjadi ujung tombak industri cerutu premium.

Melalui interaksi tersebut, para pengunjung dapat memahami proses panjang pembuatan cerutu, mulai dari pemilihan daun tembakau, fermentasi, pencampuran daun pembungkus, hingga teknik penggulungan yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian tinggi.

Baca juga :  Program Perdana, MDGB-PTNBH Gelar Kuliah Bestari di Unhas

“Banyak yang belum mengetahui bahwa sebuah cerutu premium dibuat melalui proses yang panjang dan sebagian besar masih mengandalkan keterampilan tangan manusia. Di situlah nilai seni dan eksklusivitasnya,” kata Om Fred.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!