Tak hanya hujan deras, masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai gelombang tinggi di perairan barat–selatan Sulsel. Gelombang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Wilayah perairan yang berpotensi terdampak meliputi Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkep, Bulukumba, Jeneponto hingga Kepulauan Takabonerate. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melaut.
BMKG juga memetakan potensi dampak banjir dan longsor melalui sistem peringatan dini InaFLEWS untuk mempercepat respons kebencanaan.
Status Awas dan Siaga
Pada 25 Februari, wilayah Makassar, Maros, Pangkep, dan Gowa masuk kategori Awas untuk potensi banjir. Sementara Barru berstatus Siaga.
Potensi longsor terpantau di wilayah Enrekang, Barru, Pangkep, Maros dan Gowa dengan status Waspada hingga Siaga, terutama di daerah lereng dan kawasan dengan kemiringan curam.
Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan infrastruktur drainase dan tata kelola sumber daya air, termasuk pembersihan saluran serta pemangkasan pohon rawan tumbang guna meminimalkan risiko.
Warga yang bermukim di daerah aliran sungai, kawasan pesisir, serta lereng perbukitan diimbau lebih berhati-hati. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperparah genangan saat hujan deras.
Dengan curah hujan yang masih tinggi dan potensi angin kencang, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di Sulawesi Selatan. ( Ardhy M Basir )

