“Kunjungan dari Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan ke Enrekang akan difasilitasi oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia,” terangnya.
Ia melanjutkan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat konektivitas pasokan pangan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mengendalikan inflasi di ketiga wilayah tersebut.
“Melalui kerja sama ini, harga komoditas seperti bawang merah dan cabai dapat terjaga stabilitasnya, sekaligus meningkatkan penyerapan hasil panen petani Enrekang,” paparnya.
Data yang dihimpun dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Enrekang menunjukkan bahwa potensi produksi bawang merah di tahun 2024 mencapai 205.119 ton, sementara potensi produksi cabai sekitar 11.000 ton.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan kolaboratif, sekaligus membuka kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui akses pasar antarwilayah yang lebih luas. (*/rs)

