PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Senyum-senyum kecil itu merekah di antara dinding yang masih beraroma cat baru. Di sudut ruangan yang kini lebih terang, puluhan anak asuh berlarian, sebagian lain duduk rapi, menikmati ruang yang selama ini hanya mereka bayangkan. Setelah penantian panjang, Panti Asuhan Al Mujaadilah dan Panti Asuhan Kasih Sayang di Kecamatan Tallo akhirnya memiliki rumah yang lebih layak—tempat pulang yang bukan sekadar berteduh, tetapi juga menumbuhkan harapan.
Kamis (30/04) menjadi hari yang tak mudah dilupakan. Di tengah suasana sederhana namun khidmat, peresmian dan serah terima hasil renovasi berlangsung di lokasi panti. Program ini merupakan buah kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) bersama DT Peduli Sulawesi Selatan sebagai mitra pelaksana.
Sebanyak 90 anak asuh—40 anak di Panti Asuhan Al Mujaadilah dan 50 anak di Panti Asuhan Kasih Sayang—kini dapat menikmati fasilitas hunian yang lebih nyaman, bersih, dan representatif. Bagi mereka, perubahan ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan ruang tumbuh yang lebih manusiawi untuk belajar, bermain, dan merajut cita-cita.
General Manager Cabang Makassar Pelindo, Iwan Sjarifuddin, menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya bagi masyarakat di wilayah Ring 1 operasional. Ia mengaku bersyukur dapat menjangkau kebutuhan yang sebelumnya luput dari perhatian.
“Kami berterima kasih kepada DT Peduli yang telah mengajukan proposal ini, sehingga kami mengetahui bahwa masih ada masyarakat di sekitar kami yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas yang lebih layak diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi anak-anak. Lingkungan yang nyaman diyakini mampu membantu mereka belajar lebih fokus dan menatap masa depan dengan keyakinan yang lebih kuat.
Namun, perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Gang sempit yang menjadi akses menuju panti selama ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam distribusi material dan proses pembangunan. Keterbatasan itu sempat membuat berbagai upaya bantuan sebelumnya terhenti di tengah jalan.
Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Sulawesi Selatan, Hasmirah, menjelaskan bahwa kedua panti ini dipilih dari sejumlah usulan yang masuk. Ia berharap bantuan ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga membawa keberkahan bagi anak-anak dan para pengurus.
“Kami berharap dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak bisa lebih khusyuk dalam beribadah dan semakin semangat menjalani hari-hari mereka,” tuturnya.
Tak berhenti pada renovasi bangunan, Pelindo juga memberikan dukungan tambahan berupa sarana kebersihan, seperti tong sampah, di lingkungan kedua panti yang berada di Jalan Lembo dan Jalan Tinumbu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak-anak.
Di balik wajah-wajah ceria itu, tersimpan kisah panjang perjuangan. Hj. Hasni, pimpinan Panti Asuhan Al Mujaadilah, mengaku telah berulang kali mengajukan proposal bantuan ke berbagai pihak, namun selalu terbentur akses.
“Saya sudah banyak mengajukan proposal, tetapi belum terealisasi karena akses yang sempit.
Alhamdulillah, Pelindo dan DT Peduli menerima proposal kami sehingga renovasi ini bisa terwujud,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kini, dari gang sempit di Tallo, cerita itu berubah arah.
Keterbatasan yang dulu menjadi penghalang, justru menjadi saksi lahirnya kepedulian. Di antara tembok-tembok baru yang berdiri, harapan tumbuh perlahan—menguatkan langkah anak-anak untuk melangkah lebih jauh, menuju masa depan yang lebih cerah. (Ardhy M Basir)
