Dari Gang Sempit Tallo, Harapan Itu Tumbuh Kembali

Ramzy 384 Pembaca
4 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Senyum-senyum kecil itu merekah di antara dinding yang masih beraroma cat baru. Di sudut ruangan yang kini lebih terang, puluhan anak asuh berlarian, sebagian lain duduk rapi, menikmati ruang yang selama ini hanya mereka bayangkan. Setelah penantian panjang, Panti Asuhan Al Mujaadilah dan Panti Asuhan Kasih Sayang di Kecamatan Tallo akhirnya memiliki rumah yang lebih layak—tempat pulang yang bukan sekadar berteduh, tetapi juga menumbuhkan harapan.

Kamis (30/04) menjadi hari yang tak mudah dilupakan. Di tengah suasana sederhana namun khidmat, peresmian dan serah terima hasil renovasi berlangsung di lokasi panti. Program ini merupakan buah kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) bersama DT Peduli Sulawesi Selatan sebagai mitra pelaksana.

Sebanyak 90 anak asuh—40 anak di Panti Asuhan Al Mujaadilah dan 50 anak di Panti Asuhan Kasih Sayang—kini dapat menikmati fasilitas hunian yang lebih nyaman, bersih, dan representatif. Bagi mereka, perubahan ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan ruang tumbuh yang lebih manusiawi untuk belajar, bermain, dan merajut cita-cita.

General Manager Cabang Makassar Pelindo, Iwan Sjarifuddin, menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya bagi masyarakat di wilayah Ring 1 operasional. Ia mengaku bersyukur dapat menjangkau kebutuhan yang sebelumnya luput dari perhatian.

“Kami berterima kasih kepada DT Peduli yang telah mengajukan proposal ini, sehingga kami mengetahui bahwa masih ada masyarakat di sekitar kami yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran fasilitas yang lebih layak diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi anak-anak. Lingkungan yang nyaman diyakini mampu membantu mereka belajar lebih fokus dan menatap masa depan dengan keyakinan yang lebih kuat.

Namun, perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Gang sempit yang menjadi akses menuju panti selama ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam distribusi material dan proses pembangunan. Keterbatasan itu sempat membuat berbagai upaya bantuan sebelumnya terhenti di tengah jalan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version