Dari Istiqlal untuk Nusantara: Langkah Awal Merajut Imlek Nasional 2026 yang Inklusif

Ramzy
Ramzy 329 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA - Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17/01/2026), menjadi saksi dimulainya sebuah ikhtiar kebangsaan. Di ruang yang selama ini menjadi simbol persatuan umat dan toleransi, rapat perdana persiapan Perayaan Imlek Nasional 2026 digelar. Bukan sekadar pertemuan administratif, rapat ini menandai langkah awal menjadikan Imlek sebagai perayaan nasional yang inklusif dan bernafaskan nilai kebangsaan.
Rapat tersebut menjadi titik temu berbagai unsur bangsa—pemerintah, lembaga negara, dan organisasi kemasyarakatan—dalam satu tujuan bersama: merayakan Imlek sebagai milik Indonesia, yang merangkul keberagaman dan memperkuat persaudaraan.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar, memimpin langsung jalannya rapat. Kehadirannya didampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Prof. Dr. Mari Elka Pangestu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, serta Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto, mencerminkan keseriusan negara dalam mengawal perayaan ini sebagai agenda nasional.

Deretan pejabat lintas kementerian turut hadir dan menyumbangkan gagasan. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Stella Christie tampak aktif dalam diskusi. Dari daerah, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos juga hadir, menegaskan bahwa Imlek Nasional bukan hanya milik Jakarta, melainkan milik seluruh Nusantara.

Semangat kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran berbagai organisasi kemasyarakatan. Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta, Ketua Umum Perwanti–PSMTI Helga Abraham, Ketua Umum INTI Teddy Sugianto, bersama perwakilan WALUBI, Permabudhi, PITI, GEMPAR, dan organisasi terkait lainnya, duduk bersama dalam satu meja dialog lintas iman dan budaya.

Rapat perdana ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam merancang rangkaian kegiatan Perayaan Imlek Nasional 2026. Tujuan besarnya tidak hanya menghadirkan perayaan budaya, tetapi juga menguatkan pesan toleransi dan akulturasi, sekaligus menggerakkan UMKM, komunitas kreatif, dan ekonomi rakyat agar manfaat Imlek dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca juga :  Dilaporkan Melakukan Penipuan, IRT Berparas Cantik Diringkus Polisi

Sebagai penutup, disepakati bahwa puncak Perayaan Imlek Nasional 2026 akan digelar pada 28 Februari 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar ditetapkan sebagai Ketua Panitia, membawa harapan agar perayaan ini tampil meriah, kreatif, dan sarat makna kebangsaan.

Dari Masjid Istiqlal, pesan itu mengalir ke seluruh penjuru negeri: Imlek bukan sekadar perayaan etnis, melainkan perayaan Indonesia—ruang bersama tempat keberagaman dirayakan dalam harmoni. ( ab )

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!