“Saya berharap PORDI bisa mengangkat harkat dan martabat para pemain domino. Selamat bekerja, semoga PORDI semakin jaya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov PORDI Sulsel Ilham Arief Sirajuddin menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian agenda organisasi, meski diakuinya proses tersebut sempat diwarnai berbagai kendala.
“Alhamdulillah, seluruh agenda hari ini bisa kita tuntaskan sampai pengukuhan pengurus,” ujar IAS.
Ia menegaskan komitmennya menjadikan PORDI Sulsel sebagai organisasi olahraga yang profesional, inklusif, dan berorientasi prestasi. IAS juga berharap PORDI dapat segera berada di bawah pembinaan resmi KONI Sulawesi Selatan, mengingat secara mekanisme organisasi telah mengantongi rekomendasi dari KONI Pusat.
Dalam waktu dekat, PORDI Sulsel akan menggelar rapat kerja untuk menyusun program prioritas. Salah satu agenda unggulan adalah Liga Domino Sulawesi Selatan yang direncanakan berlangsung selama satu tahun dengan lima seri pertandingan. Setiap seri akan menghasilkan poin yang diakumulasi untuk menentukan juara umum, yang selanjutnya mewakili Sulsel di tingkat nasional.
IAS juga menaruh perhatian besar pada pembenahan sistem pertandingan, termasuk perwasitan dan regulasi yang ketat untuk meminimalkan praktik kecurangan.
“Tantangan terbesar memang kecurangan. Mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi dengan aturan yang jelas, kita targetkan bisa ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.
Lebih dari sekadar prestasi, IAS melihat domino sebagai sarana konsolidasi sosial. Ia bahkan berencana menghidupkan kembali pos-pos lingkungan melalui kegiatan positif seperti pertandingan domino, demi memperkuat kebersamaan dan rasa aman di masyarakat.
“Kalau konsolidasi ini bisa terbangun dari provinsi sampai ke lingkungan, saya yakin Sulawesi Selatan bisa menjadi daerah yang aman dan kondusif,” katanya.
Menutup pernyataannya, IAS mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama dan saling menguatkan.
“Mudah-mudahan empat tahun ke depan, Sulawesi Selatan menjadi barometer perkembangan domino di Indonesia. Itu hanya bisa tercapai jika kita kompak,” pungkasnya.
Pelantikan ini pun menjadi titik awal harapan baru—bahwa dari meja-meja domino sederhana, Sulawesi Selatan siap melangkah ke panggung prestasi nasional. ( Ardhy M Basir )

