“Dari pertemuan sebelumnya bersama Bupati Sidrap, penyelenggaraan Porsenijar tahun 2026 nanti akan menjadi Porsenijar terheboh dan terbesar dari sebelumnya,” ujarnya optimistis.
Di tengah agenda internal organisasi, isu nasional pun tak luput. Prof. Hasnawi mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Legislasi DPR RI terkait Rancangan Undang-Undang Perlindungan Guru. Kabar baiknya, dukungan politik mulai menguat.
“Alhamdulillah sudah ada empat partai politik yang mendukung RUU Perlindungan Guru,” katanya, memberi harapan baru bagi perlindungan profesi guru ke depan.
Tak berhenti di situ, Sulawesi Selatan juga disebut mendapat tawaran untuk menjadi tuan rumah Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PGRI. Sebuah peluang besar yang sekaligus menjadi tantangan kesiapan organisasi di daerah.
Menutup arahannya, Prof. Hasnawi berharap rapat pleno diperluas ini menjadi titik awal pendalaman kerja organ³isasi yang lebih terarah, solid, dan berdampak nyata. Dari ruang rapat itulah, langkah-langkah besar PGRI Sulsel mulai disusun—bukan hanya untuk organisasi, tetapi untuk masa depan pendidikan dan martabat guru. ( Ardhy M Basir )

