Selain Porprov, KONI Sulsel juga mulai mempersiapkan atlet menghadapi pra-PON. Atlet-atlet potensial hasil pembinaan daerah akan diproyeksikan tampil pada PON 2028.
Menurut Darmawangsyah, pembinaan berjenjang menjadi kunci lahirnya atlet berprestasi yang mampu membawa nama Sulsel bersaing di level nasional. Namun, perhatian dan dukungan pemerintah tetap menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga.
“Prestasi KONI sejatinya adalah prestasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menilai target Sulsel masuk 10 besar PON cukup realistis. Ia mengingatkan, Sulsel pernah mencatat prestasi membanggakan dengan finis di peringkat ketujuh pada PON XVIII di Riau.
Karena itu, ia optimistis target tersebut dapat tercapai apabila dibarengi kerja keras dan kolaborasi yang kuat antara KONI Sulsel dan Pemprov Sulsel.
“Kalau target masuk 10 besar, saya kira itu sangat mungkin tercapai dengan kerja keras dan kebersamaan,” tandasnya. (Hdr)

