Oleh : YULIUS
Petang turun perlahan di Desa Puncak Indah, Malili, Jumat kemarin. Cahaya senja menempel di dinding-dinding Rumah Kaca, memantul seperti kenangan yang belum selesai. Di halaman rumah itu, orang-orang berkumpul bukan semata menghadiri acara, melainkan menyaksikan satu potong waktu yang telah dilewati bersama.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar syukuran satu tahun kepemimpinan. Satu tahun barangkali terdengar pendek bagi mereka yang membaca laporan di atas meja. Tetapi bagi rakyat kecil, satu tahun bisa berarti apakah harga kebutuhan tetap terjangkau, apakah jalan ke kebun tak lagi berlumpur, apakah anak-anak dapat belajar tanpa cemas.
Di antara tamu yang hadir, berdiri Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dan Wakil Bupati, Hj. Puspawati Husler. Nama mereka disebut bersama seperti dua sisi dari satu tekad. Namun malam itu, mereka tidak berdiri sebagai penguasa. Mereka berdiri sebagai manusia yang telah menerima titipan nasib banyak orang.
Layar memutar perjalanan setahun itu , rapat-rapat panjang yang menyita waktu keluarga, langkah-langkah kecil yang sering tak terlihat, keputusan-keputusan yang kadang harus diambil di tengah keraguan dan tekanan. Di sana tergambar upaya menegakkan tata kelola, merapikan arah pembangunan, dan menghidupkan cita-cita Luwu Timur Juara ,maju dan sejahtera, bukan sebagai semboyan, melainkan sebagai kerja harian.
