PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Sebanyak 39 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai bidang di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan visualisasi data digital.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 5–8 Mei 2025, digelar di Gedung Guru Disdik Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan, kota Makassar.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Sulsel dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Fokus utamanya adalah membekali para ASN dengan keterampilan memahami serta menyajikan data dalam bentuk visual yang informatif dan efektif.
"Visualisasi data bukan sekadar membuat grafik atau diagram. Ini soal bagaimana menyampaikan informasi dengan cara yang lebih komunikatif dan bisa langsung dimengerti," kata Emil, panitia pelaksana dari Komdigi, saat ditemui di sela pelatihan.
Menurut Emil, pelatihan ini bukan hanya bersifat teoritis. Para peserta nantinya akan kembali ke unit kerja masing-masing dan menerapkan langsung ilmu yang diperoleh.
“Tujuannya, agar data yang dimiliki tiap bidang bisa diolah dan disampaikan secara lebih baik dan benar,” ujarnya.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai unit di lingkungan Disdik Sulsel, mulai dari sub bagian umum, program, keuangan, hingga bidang teknis seperti SMK, SMA, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta Pendidikan Teknologi dan Informasi Komunikasi (PTIK). Setiap bidang mengirimkan tiga perwakilan.
Di hari pertama pelatihan, para peserta langsung dibagi ke dalam kelompok kecil yang hanya beranggotakan dua orang. Setiap kelompok diminta mengerjakan satu proyek visualisasi data sebagai bentuk praktik langsung.
“Kami ingin peserta benar-benar memahami prosesnya dari awal sampai akhir. Proyek ini adalah simulasi dari tantangan nyata yang akan mereka hadapi di kantor,” kata Ansar, salah satu pemateri dari Komdigi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya modernisasi birokrasi dan peningkatan kapasitas SDM ASN di lingkungan pemerintahan daerah, khususnya dalam pemanfaatan data digital yang kini semakin krusial dalam pengambilan kebijakan pendidikan, Ansar, Pemateri Komdigi, menandaskan. (Hdr)

