Informasi yang dihimpun menyebut alat berat jenis excavator sebelumnya beroperasi di sekitar lokasi untuk meratakan lahan yang rencananya akan dibangun rumah. Saat tim media tiba, alat berat tersebut sudah tidak berada di tempat.
“Kondisi seperti ini sudah sekitar enam bulan. Untuk perbaikan jalan sudah kami usulkan ke pemerintah daerah melalui musrenbang, dan sekarang tinggal menunggu realisasi,” tambah Sekcam.
Pemerintah kecamatan bersama masyarakat berharap Pemkab Toraja Utara, melalui Bupati dan dukungan DPRD, segera merealisasikan usulan penataan infrastruktur di kawasan Kapala Pitu. Perbaikan akses jalan dan drainase dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Toraja Utara.
Sementara Capat kepala pitu yang ditemui di Rantepao menyampaikan, bahwa drainase akan dikerjakan dan sudah masuk dalam pengusulan tahun lalu dan akan dikerjakan tahun ini, ucapnya. (pri)
