PEDOMANRAKYAT, TORAJA UTARA – Kawasan wisata Kapala Pitu di Kabupaten Toraja Utara membutuhkan penataan serius, khususnya pada zona pemukiman warga yang berada di sekitar area destinasi. Rendahnya kesadaran menjaga lingkungan dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya persoalan kebersihan dan drainase di kawasan tersebut.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah kandang babi milik warga ditemukan berdiri di tepi jalan, bahkan ada yang dibangun di atas jalur selokan. Kondisi ini dinilai mengganggu estetika kawasan wisata sekaligus berpotensi memicu penyumbatan saluran air.
“Saya sudah sampaikan ke pak camat agar dibuat surat imbauan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat tinggal mereka. Seperti kandang babi warga, kita minta jangan dibangun dekat jalan. Bahkan ada yang dibangun di atas selokan, padahal ini kawasan wisata Kapala Pitu yang seharusnya ramah lingkungan,” ujar Sekretaris Camat Kapala Pitu, Yusuf Kambuno Sarira, saat ditemui di Kapala Pitu, Selasa, (21/4/2026).
Wartawan Pedomanrakyat dan dua rekannya dari 60Menit.com yang melintas di lokasi juga melihat genangan air memasuki badan jalan poros lingkar Pongtorra’, tidak jauh dari SMA Negeri 10, Kantor Camat Kapala Pitu, serta kawasan Batara White House. Air tampak mengalir dari arah sekitar hotel Batara, namun tersendat akibat saluran yang diduga tersumbat tanah dan lumpur sisa aktivitas alat berat.
