Guna mengantisipasi tantangan besar tersebut, PPI mengambil langkah taktis dengan menyegarkan struktur kepengurusan. Langkah berani ini diharapkan mampu melahirkan jajaran nakhoda organisasi yang solid, inovatif, dan responsif dalam mengeksekusi setiap visi dan misi besar lembaga.
Memasuki paruh kedua tahun ini, PPI pun bersiap tancap gas memamerkan rangkaian program kerja unggulan. Salah satunya adalah Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata di Bulukumba pada awal Juli 2026, sebuah program penguatan kapasitas lokal berbasis ‘Destination Management Organization’ (DMO) yang berkolaborasi dengan NGO internasional, PUM Netherlands.
Tak berhenti di situ, PPI juga siap menggebrak lewat Festival Pecinan pada 5-9 Agustus 2026, sebuah pesta akbar yang memadukan harmoni budaya dan ekonomi lewat Bazar Kuliner Nusantara dan Oriental. Acara tersebut akan diperkaya dengan Dialog Bisnis Eksklusif bertema “Suksesi Kepemimpinan Bisnis ala China” serta Seminar ‘Women In Tourism 2026’.
Menutup pidatonya, Darmainus menegaskan kembali identitas PPI sebagai wadah yang inklusif, terbuka, dan hangat. PPI berkomitmen penuh untuk terus membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi sektor UMKM, pelaku ekonomi kreatif, kalangan akademisi, politisi, hingga praktisi profesional demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (*)

