PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Kinerja ekspor kopi Indonesia menembus lebih dari US$1,63 miliar pada 2024, menegaskan posisi kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut menjadi momentum memperkuat pengembangan kopi dari hulu hingga hilir melalui strategi hilirisasi guna meningkatkan daya saing global dan kesejahteraan pekebun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, produksi kopi nasional mencapai sekitar 813 ribu ton kopi berasan. Capaian tersebut menjadi pijakan penting dalam perumusan kebijakan pengembangan kopi ke depan. Pemerintah memandang kopi sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang penghidupan jutaan pekebun, tetapi juga menjadi salah satu andalan ekspor subsektor perkebunan.
Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar dunia dengan pasar ekspor yang terus berkembang di kawasan Amerika, Eropa, dan Asia. Pemerintah menargetkan penguatan posisi Indonesia sebagai pemasok kopi olahan bernilai tambah melalui percepatan hilirisasi dan penguatan industri pengolahan dalam negeri hingga 2026.
Mentan Amran menegaskan bahwa arah pengembangan kopi nasional tidak semata berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada penguatan kualitas, keberlanjutan, dan percepatan hilirisasi.
“Pengembangan kopi nasional harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pekebun. Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi,” ujar Mentan Amran.

