Melonjaknya atensi wisatawan dunia ini secara otomatis memberikan dampak linier terhadap gairah bisnis perhotelan, yang tercermin dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Okupansi hotel berbintang pada Maret 2026 tercatat berada di angka 43,28 persen, mengalami penguatan tipis sebesar 0,08 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Tren positif ini rupanya tidak hanya dimonopoli oleh turis asing, melainkan juga diikuti oleh pergerakan Wisatawan Nusantara (Wisnus). Sebanyak 1.502 kunjungan tercatat dengan persentase kenaikan mencapai 33,99 persen dibandingkan Februari 2026. Pertumbuhan ini sekaligus menegaskan progresivitas sektor pariwisata Sulut yang naik 23,93 persen dibandingkan rekam jejak tahun 2025 lalu. (*)

