Tak ada pendekatan represif. Yang ada dialog dan kehadiran.
Kopi, Dialog, dan Pengawasan Humanis
Di pos ronda, di balik cangkir kopi dan obrolan santai warga, lurah berdialog tanpa jarak. Pendekatan persuasif menjadi kunci.
“Kami ingin doa-doa yang dilangitkan di Karebosi benar-benar membumi,” ujarnya.
“Menjaga ketenangan malam ini adalah bentuk nyata dari doa itu.”
Warga diajak menyambut 2026 dengan rasa aman, tanpa euforia berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Tahun Baru dalam Dekapan Harmoni
Hingga detik pertama 1 Januari 2026, wilayah Kunjung Mae tetap tenang. Tanpa petasan berlebihan, tanpa kebisingan. Pengawasan yang humanis terbukti efektif menjaga harmoni.
Malam pergantian tahun ini menjadi gambaran utuh kepemimpinan di Makassar:
doa dimulai dari Karebosi, dan kedamaian dijaga hingga ke lorong-lorong kota.
Awal tahun yang sederhana, bersih, dan penuh harapan. (Ansar)

