Geliat 15 Hari Pasca-Konferensi: Formatur PWI Sulsel Matangkan Kabinet Baru Periode 2026–2031

Ramzy 21 Pembaca
3 Menit baca

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa ruang komunikasi telah dibuka lebar bagi seluruh elemen internal organisasi, termasuk merangkul Amrullah Basri untuk bersama-sama mendarmabaktikan pikiran demi kemajuan PWI Sulsel ke depan.

Sikap akomodatif ini dipandang sebagai bukti kedewasaan berorganisasi, di mana kepentingan kolektif yang lebih besar ditempatkan jauh di atas ego dinamika kompetisi demokrasi internal.

Sejumlah pengamat organisasi profesi menilai, langkah rekonsiliasi pasca-konferensi ini adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan program kerja. Melalui sinergi seluruh potensi yang ada, PWI dinilai akan lebih taji dalam menjalankan fungsi edukasi, peningkatan kompetensi, serta advokasi profesi wartawan.

Penyusunan pengurus yang merangkul semua pihak (inklusif) ini pun diharapkan mampu menciptakan iklim kepemimpinan kolektif-kolegial yang solid. Dengan begitu, PWI Sulsel bisa lebih optimal dalam mengawal kualitas produk jurnalistik, menegakkan kode etik, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Melihat gerak cepat tim formatur dalam waktu 15 hari ini, publik dan segenap anggota PWI Sulsel kini tengah menanti dengan antusias pengumuman resmi struktur kepengurusan yang menjunjung tinggi asas persatuan dan profesionalisme tersebut.

Wajah baru kepengurusan PWI Sulsel periode 2026–2031 ini dinantikan menjadi motor penggerak baru bagi terciptanya ekosistem pers yang sehat, merdeka, dan berintegritas, sekaligus menjadi jawaban atas sengitnya tantangan jurnalistik di tengah derasnya arus transformasi digital.(*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version