Genjot Energi Mandiri, Kementan Pacu Hilirisasi Biofuel dan Bioetanol

Ramzy 465 Pembaca
2 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan hilirisasi sektor pertanian menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian energi nasional, seiring arahan Presiden Prabowo Subianto di tengah dinamika geopolitik global.

Usai rapat hilirisasi bersama BUMN pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (30/3/2026), Amran menyebut akselerasi hilirisasi, khususnya pada pengembangan biofuel, menjadi prioritas utama.

Ia mengungkapkan, dalam rapat sebelumnya, Presiden menekankan pentingnya langkah cepat menghadapi situasi global yang kian memanas, termasuk melalui penguatan energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Menurutnya, setelah sektor pangan dinilai cukup kuat, pemerintah kini mulai mengarahkan fokus pada kemandirian energi. Hal ini ditandai dengan kebijakan pengurangan impor solar yang digantikan biofuel berbasis sawit B50 dengan kebutuhan mencapai 5,3 juta ton.

Selain itu, Kementan juga mendorong pengembangan bioetanol melalui program E20, yakni campuran etanol dan bensin yang bersumber dari komoditas pertanian seperti jagung, ubi kayu, dan tebu.

Amran menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar bahan baku bioetanol, termasuk dari molase atau tetes tebu yang selama ini diekspor sekitar 1 juta ton, dan dapat diolah menjadi energi alternatif.

Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi secara bersamaan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version