Lebih lanjut, Pangdam mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan pengembangan workshop serupa di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan personel dari Batalyon Teritorial Pembangunan yang memiliki keahlian teknis, khususnya di bidang pengelasan, serta menjalin kerja sama dengan distributor bahan bangunan.
Dalam pelaksanaannya, personel yang dilibatkan diprioritaskan dari prajurit yang belum berkeluarga agar lebih fleksibel dalam mobilisasi. Mereka akan dibagi dalam tiga shift kerja, yakni pagi, siang, dan malam, guna mempercepat proses produksi.
Selain itu, Kodam XIV/Hasanuddin juga telah berkoordinasi dengan distributor besar untuk memastikan ketersediaan bahan dapat diprioritaskan dan didistribusikan secara cepat.
“Langkah ini merupakan bentuk dukungan moril sekaligus solusi konkret bagi para Dandim dalam menyukseskan program KDKMP,” tutup Pangdam. (*Rz)
