“Kemudian oplah, yang dikatakan oplah adalah lahan yang dulu tanamnya 1 kali bisa menjadi 3 kali, ada 2 kali bisa menjadi 3 kali. Ini juga irigasinya sudah oke, kemudian Kementerian PU (Kementerian Pekerjaan Umum) sudah siap juga 1 juta hektare, tahun ini 1 juta lagi. Target 2 juta hektare irigasi kita beresin, jadi ini persiapan kita sangat bagus,” tambahnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Mentan Amran menilai potensi gangguan terhadap produksi akibat El Nino dapat ditekan seminimal mungkin. Ia menegaskan, seluruh langkah antisipasi telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan irigasi, pompanisasi, optimalisasi lahan, hingga cetak sawah.
Tidak hanya itu, dari sisi cadangan pangan, pemerintah juga memastikan kondisi stok beras nasional dalam posisi aman dan kuat untuk menghadapi periode El Nino. “Itu dari sisi infrastruktur, kemudian dari sisi stok, stok hari ini tertinggi, yaitu 4,3 juta ton. Di bulan depan perkiraan 5 juta ton lebih, berarti aman,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ketersediaan beras tidak hanya berasal dari stok pemerintah, tetapi juga dari cadangan di masyarakat serta potensi produksi yang masih berjalan. Dengan perhitungan tersebut, ketersediaan pangan dinilai mencukupi untuk melewati periode El Nino yang diperkirakan berlangsung enam bulan.
“Kemudian di hotel, restoran dan rumah tangga itu 12,5 juta ton. Standing crop kalau tidak salah 11 juta ton. Nah, totalnya itu bisa mencukupi 10 bulan ke depan,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa penyerapan gabah dan beras tetap berjalan optimal meskipun menghadapi El Nino. Rizal juga menyampaikan bahwa stok beras pemerintah saat ini berada dalam posisi kuat dan terus ditingkatkan.
“Penyerapan tidak akan terganggu sepanjang kita siapkan skema-skemanya. Skema normal, skema alternatif 1, skema alternatif 2. Sekarang stok sudah mencapai 4,3 juta ton. Untuk penyerapan selama Januari sampai bulan Maret sudah 1,3 juta ton. Belum pernah dalam 3 bulan (awal tahun) sampai 1,3 juta ton, itu belum pernah. Nah tinggal kita mengejar akhir bulan ini mudah-mudahan stok bisa 4,5 juta ton,” terangnya.
Dengan kesiapan infrastruktur yang semakin kuat serta pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya, Kementerian Pertanian optimistis sektor pangan nasional tetap aman dan mampu bertahan di tengah potensi kemarau panjang. (*)
