Ketua Panitia dalam sambutannya menegaskan bahwa BAI NIAN memiliki makna mendalam sebagai tradisi saling mengunjungi dan menyampaikan doa terbaik di tahun yang baru. “Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, tetapi momentum untuk memperbarui hati, mempererat persaudaraan, dan memperkokoh semangat kebersamaan di tengah keberagaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai dalam tradisi BAI NIAN mengajarkan pentingnya saling menghormati, saling mendoakan, serta membuka lembaran baru dengan optimisme. Ketua Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, donatur, hingga relawan yang bekerja dengan penuh dedikasi demi suksesnya acara.
Perayaan BAI NIAN “Imlek Bersama Seluruh Warga Tionghoa Makassar” pun menjadi simbol kuat bahwa semangat persatuan dapat terus tumbuh di tengah perbedaan. Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjaga harmoni, mempererat kebersamaan, serta melangkah maju membangun kota yang inklusif dan berdaya saing. (*Rz)
