PEDOMANRAKYAT, MANOKWARI – Sebuah selebrasi penuh kehangatan mewarnai akhir dari kemeriahan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya gelaran akbar tersebut, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Papua Barat menggelar “Pesta Durian” dengan membagikan 1.000 buah durian secara cuma-cuma kepada para peserta, panitia, dewan juri, hingga warga lokal di halaman Rektorat Universitas Papua pada Sabtu (27/6/2026) sore.
Aksi sosial yang berpusat di area kampus Universitas Papua ini sekaligus menjadi gong penutup dari seluruh rangkaian kompetisi Pesparawi Nasional XIV. Selama beberapa hari terakhir, ajang ini sukses menyatukan ribuan peserta dari seluruh pelosok negeri dalam harmoni pujian dan semangat persaudaraan yang erat.
Momen spesial ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, dan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE. Tampak hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, panitia, serta seluruh kontingen.
Saat memberikan sambutan, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melayangkan pujian setinggi langit atas kesuksesan Manokwari menyelenggarakan event nasional tersebut. Bagi Yulius, keberhasilan ini adalah bukti sahih betapa indahnya nilai toleransi dan kerukunan yang mengakar kuat di Papua Barat, terutama Manokwari yang masyhur dengan julukan Kota Injil.

“Seluruh rangkaian Pesparawi Nasional XIV terbukti berlangsung dengan aman, tertib, dan diselimuti sukacita yang meluap. Fenomena ini memperlihatkan bahwa rajutan toleransi dan persaudaraan di Tanah Papua terawat dengan sangat indah. Apresiasi terdalam untuk masyarakat Manokwari yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa,” ungkapnya hangat.
Lebih lanjut, Yulius juga memberikan acungan jempol untuk inisiasi Pesta Durian oleh PSMTI. Baginya, acara ini adalah cerminan nyata dari indahnya kebersamaan lintas suku, agama, dan budaya dalam merayakan kesuksesan agenda keagamaan berskala nasional.
Di sisi lain, kehadiran Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, menjadi representasi kuat dari hadirnya dukungan penuh pemerintah terhadap setiap langkah penguatan persatuan dan keharmonisan hidup beragama di Indonesia.

